PERTEMUAN 1
PENGENALAN C++
detty.staff.gunadarma.ac.id
1.1 SEJARAH C++
Bahasa C++ diciptakan oleh Bjarne Stroustrup di AT&T Bell Laboratories awal tahun 1980-an berdasarkan C ANSI (American National Standard Institute). Pertama kali, prototype C++ muncul sebagai C yang dipercanggih dengan fasilitas kelas. Bahasa tersebut disebut C dengan kelas ( C wih class). Selama tahun 1983-1984, C dengan kelas disempurnakan dengan menambahkan fasilitas pembebanlebihan operator dan fungsi yang kemudian melahirkan apa yang disebut C++. Symbol ++ merupakan operator C untuk operasi penaikan, muncul untuk menunjukkan bahwa bahasa baru ini merupakan versi yang lebih canggih dari C.
Borland International merilis compiler Borland C++ dan Turbo C++. Kedua compiler ini sama-sama dapat digunakan untuk mengkompilasi kode C++. Bedanya, Borland C++ selain dapat digunakan dibawah lingkungan DOS, juga dapat digunakan untuk pemrograman Windows. Selain Borland International, beberapa perusahaan lain juga merilis compiler C++, seperti Topspeed C++ dan Zortech C++.
Contoh Program C :
# include
Main ( )
{
Char pesan [ ] = “Hai, C programmers !” ;
Printf (pesan) ;
Return 0 ;
}
Contoh Program C++ :
# include
Main ( )
{
Char pesan [ ] = “Hai, C programmers !” ;
1.2 TENTANG C++
C++ diciptakan untuk mendukung pemrograman berorientasi pada objek (Object Oriented Pragramming/OOP) yang tidak dimiliki C. sementara C merupakan bahasa pemrograman terbaik dilingkungannya, bahasa ini tidak T. Pemrograman Terstruktur 2 ( 1 ) Page 2 of 6 memiliki kemampuan OOP. Reputasi C tidak diragukan lagi dalam menghasilkan program .EXE berukuran kecil, eksekusi yang cepat, antarmuka (interfacing) yang sederhana dengan bahasa lain dan fleksibilitas pemrograman. Apa yang membuat C tampak sukar dipelajari mungkin karena tiadanya pemeriksaan tipe. Sebagai contoh, dapat mencampur bilangan bulat dengan string untuk menghasilkan karakter. Namun, justru dsitu letak fleksibilitas C, dapat mengolah data C sebebas mengolah data dalam bahasa
assembly.
1.3 BORLAND C++
Dibandingkan compiler C++ yang lain, Borland C++ memilikikeunggulan terutama dalam hal kecepatan dan efisiensi kompilasi. Disamping itu, Borland C++ mendukung beberapa system operasi yaitu DOS, Windows 16bit (Window 3.0) dan windows 32 bit (Windows NT). Meskipun demikian compiler Borland C++ juga memiliki kelemahan bila dibandingkan compiler C++ yang lain, misalnya : pemrograman dengan Borland C++ terutama yang menyangkut tampilan jauh lebih sulit daripada pemrograman dengan
Microsoft Visual C++.
1.4 STRUKTUR BAHASA C++
Program C maupun C++ selalu tersusun dari 4 (empat) bagian utama, yaitu :
1. Bagian komentar yang ditandai dengan symbol // dan pasangan /* … */
2. Bagian pengarah compiler yang ditandai dengan symbol #
3. Bagian deklarasi
4. Bagian definisi
PERTEMUAN 2
Borland International merilis compiler Borland C++ dan Turbo C++. Kedua compiler ini sama-sama dapat digunakan untuk mengkompilasi kode C++. Bedanya, Borland C++ selain dapat digunakan dibawah lingkungan DOS, juga dapat digunakan untuk pemrograman Windows. Selain Borland International, beberapa perusahaan lain juga merilis compiler C++, seperti Topspeed C++ dan Zortech C++.
Contoh Program C :
# include
Main ( )
{
Char pesan [ ] = “Hai, C programmers !” ;
Printf (pesan) ;
Return 0 ;
}
Contoh Program C++ :
# include
Main ( )
{
Char pesan [ ] = “Hai, C programmers !” ;
1.2 TENTANG C++
C++ diciptakan untuk mendukung pemrograman berorientasi pada objek (Object Oriented Pragramming/OOP) yang tidak dimiliki C. sementara C merupakan bahasa pemrograman terbaik dilingkungannya, bahasa ini tidak T. Pemrograman Terstruktur 2 ( 1 ) Page 2 of 6 memiliki kemampuan OOP. Reputasi C tidak diragukan lagi dalam menghasilkan program .EXE berukuran kecil, eksekusi yang cepat, antarmuka (interfacing) yang sederhana dengan bahasa lain dan fleksibilitas pemrograman. Apa yang membuat C tampak sukar dipelajari mungkin karena tiadanya pemeriksaan tipe. Sebagai contoh, dapat mencampur bilangan bulat dengan string untuk menghasilkan karakter. Namun, justru dsitu letak fleksibilitas C, dapat mengolah data C sebebas mengolah data dalam bahasa
assembly.
1.3 BORLAND C++
Dibandingkan compiler C++ yang lain, Borland C++ memilikikeunggulan terutama dalam hal kecepatan dan efisiensi kompilasi. Disamping itu, Borland C++ mendukung beberapa system operasi yaitu DOS, Windows 16bit (Window 3.0) dan windows 32 bit (Windows NT). Meskipun demikian compiler Borland C++ juga memiliki kelemahan bila dibandingkan compiler C++ yang lain, misalnya : pemrograman dengan Borland C++ terutama yang menyangkut tampilan jauh lebih sulit daripada pemrograman dengan
Microsoft Visual C++.
1.4 STRUKTUR BAHASA C++
Program C maupun C++ selalu tersusun dari 4 (empat) bagian utama, yaitu :
1. Bagian komentar yang ditandai dengan symbol // dan pasangan /* … */
2. Bagian pengarah compiler yang ditandai dengan symbol #
3. Bagian deklarasi
4. Bagian definisi
PERTEMUAN 2
VARIABEL, KONSTANTA DAN TIPE DATA
pinkynet.web.id/2009/06/01/java-variabel-konstanta-dan-tipe-data/
1.1 Variabel
Variabel adalah suatu nama yang digunakan untuk menyimpan suatu nilai dari tipe data tertentu. Nilai dari suatu variabel disebut literal. Sebelum digunakan variabel harus dideklarasikan. Deklarasi disesuaikan dengan tipe data yang ingin direpresentasikan.
Deklarasi variabel mengikut aturan sebagai berikut : tipeData namaVariabel. Contoh berikut adalah deklarasi variabel dengan menggunakan tipe data int :
int bilangan1;
int bilangan2
Kata int adalah tipe data, sedangkan bilangan1 dan bilangan2 adalah nama variabel. Dua deklarasi variabel di atas bisa diringkas menjadai : int bilangan1, bilangan2; Tipe data dari suatu variabel bisa berupa tipe data primitif (seperti : int, byte, char, short, boolean dll) atau tipe data berupa class (misalnya Integer, Byte, Short, Boolean dll - bisa kelas yang anda buat). Variabel bisa diinisialisasi (diberi nilai awal). Misalnya pada contoh di atas kita melakukan inisialisasi sebagai berikut :
int bilangan1 = 0;
int bilangan2 = 5;
Tanda ; (titik koma) menyatakan satu statemen yang utuh (Dalam bahasa manusia ’satu kalimat yang lengkap - berakhir dengan tanda titik’).
Java memiliki aturan-aturan dalam penamaan suatu variabel. Aturan-aturan itu adalah sebagai berikut :
1. Penamaan variabel tidak boleh menggunakan kata-kata kunci dalam bahasa pemrogramman java. Kata-kata kunci tersebut adalah sebagai berikut (berdasarkan urutan abjad) : abstract, boolean, break, byte, case, catch, char, class, const, continue, default, do, double, else, extends, final, finally, float, for, goto, if, implements, import,instanceof, int, interface, long, native, new, package, private, protected, public, return, short, static, super, switch, synchronized, this, throw, throws, transient, try, void, volatile dan while.Harus dimulai dengan huruf atau garis bawah ( _ ) atau tanda dollar ($), tidak boleh angka. Huruf kedua dan seterusnya bebas (bisa angka) tapi tidak boleh menggunakan operator yang digunakan java (semisal +, ++, * , -, — dll)
2. Panjang nama variabel terserah (dalam artian tidak dibatasi) tapi kata-katanya tidak boleh terpisah.Nama Variabel dalam java adalah case sensitif (membedakan huruf kecil dan huruf besar. Nama variabel bilangan1 dan Bilangan1 dianggap sebagai dua variabel yang berbeda.
3. Penamaan variabel sebaiknya interpretatif, menggambarkan raealita yang diwakilinya. Penamaan variabel String namaMahasiswa adalah lebih interpretatif dibandingkan dengan variabel String x.
4. penamaan variabel dimulai dengan huruf, maka hurufnya harus huruf kecil.
Berikut contoh penamaan variabel yang valid dan tidak valid :
int bilangan1 –> validint bilangan 1 –> tidak validint 1bilangan –> tidak validint _bilangan1 –> validint $bilangan1 –> validint b1langan –> validint bi-langan –> tidak validint bi+langan –> tidak valid
Berikut contoh penamaan variabel yang valid dan tidak valid :
int bilangan1 –> validint bilangan 1 –> tidak validint 1bilangan –> tidak validint _bilangan1 –> validint $bilangan1 –> validint b1langan –> validint bi-langan –> tidak validint bi+langan –> tidak valid
1.2 Konstanta
Pada prinsipnya konstanta hampir mirip dengan variabel. Dua-duanya digunakan untuk menyimpan suatu nilai dari tipe data tertentu. Bedanya variabel menyimpan suatu nilai yang bisa berubah-ubah (dinamis) sedangkan konstanta sekali dideklarasikan nilainya tidak akan pernah berubah. Variabel bisa tidak diinisialisasi, sedangkan konstanta selalu diinisialisasi dan nilai inisialisasi tersebut tidak akan pernah berubah.
Deklarasi konstanta mirip dengan deklarasi variabel. Tetapi memiliki kata kunci final sebelum tipe datanya. Dan seperti variabel, konstanta juga memiliki aturan dalam penamaannya. Nama konstanta hanya boleh terdiri dari huruf besar dan garis bawah (undescore). Berikut contoh penamaan konstanta yang valid :
final double PI = 3.14;
Deklarasi konstanta mirip dengan deklarasi variabel. Tetapi memiliki kata kunci final sebelum tipe datanya. Dan seperti variabel, konstanta juga memiliki aturan dalam penamaannya. Nama konstanta hanya boleh terdiri dari huruf besar dan garis bawah (undescore). Berikut contoh penamaan konstanta yang valid :
final double PI = 3.14;
1.3 Tipe Data
Deklarasi variabel dan konstanta membutuhkan tipe data tertentu. Java memiliki delapan tipe data primitif, sedangkan untuk tipe data kelas jumlahnya tak terhingga (karena bisa kita definisikan sendiri). Delapan tipe data primitif ini sangat fundamental karena ia sebagai dasar untuk membangun tipe data kelas.
Kedelapan tipe data primitif tersebut bisa digolongkan kedalam tipe data numerik (untuk mengolah nilai-nilai yang berupa angka), tipe data boolean (berisi nilai benar dan salah - 0 dan 1), dan tipe data karakter huruf. Tipe data numerik dibagi menjadi dua, yakni tipe data untuk menyimpan bilangan bulat dan tipe data untuk menyimpan bilangan pecahan.
Berikut tipe data primitif (dasar) dalam java :
1.3.1 Numerik Bilangan Bulat :
a. byte (panjangnya 1 byte = 8 bit), menampung nilai dari -128 sd 127. Memiliki nilai default 0 –> artinya jika tidak diinisialisasi (diberi nilai awal) variabel yang menggunakan tipe data ini bernilai 0.
b. short (panjangnya 2 byte = 16 bit), menampung nilai dari -32,768 sd 32,767. Nilai default juga 0.
c. int (panjangnya 4 byte = 32 bit), menampung nilai dari -2,147,483,648 sd 2,147,483,647. Nilai default 0.
d. long (panjangnya 8 byte = 64 bit), menampung nilai dari -9,223,372,036,854,775,808 sd 9,223,372,036,854,775,807. Nilai default 0.
1.3.2 Numerik Bilangan pecahan :
a. float (panjangnya 4 byte), menampung nilai dari -3.4E38 (-3.4 * 10 pangkat 38) sd +3.4E38. Memiliki presisi angka sampai 7 digit (0.xxxxxxx)
b. double (panjangnya 8 byte), menampung nilai dari -1.7E308 (-1.7 * 10 pangkat 308) sd +1.7E308. Memiliki presisi angka sampai 17 digit (0.xxxxxxxxxxxxxxxxx)
Deklarasi untuk tipe data numerik bilangan pecahan secara default menggunakan tipe data double. Jadi 0.24, 1.78, 2000.5034 dll dibaca sebagai double. Dengan eclipse deklarasi variabel float testFloat = 0.24; akan bertanda merah (berarti eclipse mendeteksi kesalahan). Deklarasi pecahan yang bertipe float harus diakhiri dengan huruf f. Deklarasi float yang salah di atas bisa diperbaiki menjadi sebagai berikut float testFloat = 0.24f.
Deklarasi untuk tipe data numerik bilangan pecahan secara default menggunakan tipe data double. Jadi 0.24, 1.78, 2000.5034 dll dibaca sebagai double. Dengan eclipse deklarasi variabel float testFloat = 0.24; akan bertanda merah (berarti eclipse mendeteksi kesalahan). Deklarasi pecahan yang bertipe float harus diakhiri dengan huruf f. Deklarasi float yang salah di atas bisa diperbaiki menjadi sebagai berikut float testFloat = 0.24f.
c. Char : tipe data untuk menampung nilai dari satu karakter (bisa berupa huruf atau angka).
d. Boolean : tipe data untuk menampung nilai benar (true) atau salah (false). Berikut contoh deklarasi variabel menggunakan tipe data primitif char dan boolean yg sudah dinisialisasi:
char nilaiKuliah = ‘A’;boolean lulus = true;
Default tipe data char adalah karakter kosong, sedangkan default tipe data boolean adalah bernilai ‘false’.
char nilaiKuliah = ‘A’;boolean lulus = true;
Default tipe data char adalah karakter kosong, sedangkan default tipe data boolean adalah bernilai ‘false’.
Pertemuan 3 & 4
PENGANTAR OPERATOR
Kadir,Abdul.2001.Pemprograman C++ menggunakan turbo C++ dan borland C++. Andi Offset.yogyakarta
Operator merupakan simbol yang biasa dilibatkan dalam program untuk melakukan sesuatu operasi atau manipulasi.misalnya untuk:
1.menjumlahkan dua buah nilai
2.memberikan nilai kesuatu variabel
3.membandingkan kesamaan dua buah nilai
C++ (sebagaimana halnya bahasa pendahuluannya,C)memiliki operator jauh lebih banyak dari pada bahasa-bahasa pemprograman lainnya. Sebagian operator C++ tergolong sebagai operator binary, yaitu operator yang dikenakan terhadap dua buah nilai (operand)
Contoh :
a + b
simbol + merupakan operator untuk melakukan operasi penjumlahan dari kedua operand-nya (yaitu a dan b).karena operator penjumlahan melibatkan dua operand,operator ini tergolong sebagai operator binary.
contoh lain:
-C
Simbol –(minus) juga merupakan operator.simbol ini termasuk sebagai operator unary,yaitu operator yang hanya memiliki sebuah operand.
Selain operator yang bersifat binary maupun unary,terdapat pula operator ternary, yaitu operator yang melibatkan tiga buah operand.
1.menjumlahkan dua buah nilai
2.memberikan nilai kesuatu variabel
3.membandingkan kesamaan dua buah nilai
C++ (sebagaimana halnya bahasa pendahuluannya,C)memiliki operator jauh lebih banyak dari pada bahasa-bahasa pemprograman lainnya. Sebagian operator C++ tergolong sebagai operator binary, yaitu operator yang dikenakan terhadap dua buah nilai (operand)
Contoh :
a + b
simbol + merupakan operator untuk melakukan operasi penjumlahan dari kedua operand-nya (yaitu a dan b).karena operator penjumlahan melibatkan dua operand,operator ini tergolong sebagai operator binary.
contoh lain:
-C
Simbol –(minus) juga merupakan operator.simbol ini termasuk sebagai operator unary,yaitu operator yang hanya memiliki sebuah operand.
Selain operator yang bersifat binary maupun unary,terdapat pula operator ternary, yaitu operator yang melibatkan tiga buah operand.
SIFAT OPERATOR
SIFAT KETERANGAN CONTOH
Unary Operator ini hanya melibatkan sebuah operand -1
Binary Operator ini melibatkan dua buah operand 1 + 2
Ternary Operator ini melibatkan tiga buah operand (a > b ) ? a: b
A. Operator Binary (Aritmatika)
Kadir,Abdul.2001.Pemprograman C++ menggunakan turbo C++ dan Borland C++. Andi Offset.Yogyakarta
www.cpp.kamshory.com
www.cpp.kamshory.com
agoesk.net
gnoubdils.blogspot.com
Operator untuk operasi aritmatika yang tergolong sebagai operator binary dalam bahasa C/C++, ada 5 operator, yaitu :
* : untuk perkalian
/ : untuk pembagian
% : untuk sisa pembagian (modulus)
+ : untuk pertambahan
- : untuk pengurangan
Catatan :
operator % digunakan untuk mencari sisa pembagian antara dua bilangan.Misalnya
27 % 5 akan memberikan hasil 2
51 % 3 akan memberikan hasil 0
Operator Aritmetik
Contoh
Nama
Hasil
$a + $b
Penjumlahan
Jumlah $a dan $b
$a - $b
Pengurangan
Selisih $a dan $b
$a * $b
Perkalian
Hasil kali $a dan $b
$a / $b
Pembagian
Bilangan bulat dari $a dibagi $b
$a % $b
Modulus
Sisa pembagian dari $a dibagi $b
Nah berikut ini penerapannya dalam sebuah program menggunakan Borland C++ 5.02..Bukalah terlebih dahulu borland C++ 5.02 kemudian pilih File -> New -> Text Edit kemudian ketikanlah script dibawah ini.#include#include #include
main(){int a,b;long tambah, kurang, kali, bagi, mod;
cout<<"Nilai A : ";cin>>a;cout<<"Nilai B : ";cin>>b;tambah=a+b;kurang=a-b;kali=a*b;bagi=a/b;mod=a%b;cout<
B. Operator penambahan dan pengurangan
Berkaitan dengan operasi aritmatika,C menyediakan operator yang disebut sebagai operator penambahan dan operator pengurangan.kedua operator ini digunakan pada operand bertipe bilangan bulat.
Unary Operator ini hanya melibatkan sebuah operand -1
Binary Operator ini melibatkan dua buah operand 1 + 2
Ternary Operator ini melibatkan tiga buah operand (a > b ) ? a: b
A. Operator Binary (Aritmatika)
Kadir,Abdul.2001.Pemprograman C++ menggunakan turbo C++ dan Borland C++. Andi Offset.Yogyakarta
www.cpp.kamshory.com
www.cpp.kamshory.com
agoesk.net
gnoubdils.blogspot.com
Operator untuk operasi aritmatika yang tergolong sebagai operator binary dalam bahasa C/C++, ada 5 operator, yaitu :
* : untuk perkalian
/ : untuk pembagian
% : untuk sisa pembagian (modulus)
+ : untuk pertambahan
- : untuk pengurangan
Catatan :
operator % digunakan untuk mencari sisa pembagian antara dua bilangan.Misalnya
27 % 5 akan memberikan hasil 2
51 % 3 akan memberikan hasil 0
Operator Aritmetik
Contoh
Nama
Hasil
$a + $b
Penjumlahan
Jumlah $a dan $b
$a - $b
Pengurangan
Selisih $a dan $b
$a * $b
Perkalian
Hasil kali $a dan $b
$a / $b
Pembagian
Bilangan bulat dari $a dibagi $b
$a % $b
Modulus
Sisa pembagian dari $a dibagi $b
Nah berikut ini penerapannya dalam sebuah program menggunakan Borland C++ 5.02..Bukalah terlebih dahulu borland C++ 5.02 kemudian pilih File -> New -> Text Edit kemudian ketikanlah script dibawah ini.#include
main(){int a,b;long tambah, kurang, kali, bagi, mod;
cout<<"Nilai A : ";cin>>a;cout<<"Nilai B : ";cin>>b;tambah=a+b;kurang=a-b;kali=a*b;bagi=a/b;mod=a%b;cout<
B. Operator penambahan dan pengurangan
Berkaitan dengan operasi aritmatika,C menyediakan operator yang disebut sebagai operator penambahan dan operator pengurangan.kedua operator ini digunakan pada operand bertipe bilangan bulat.
C. Operator pengurangan dan penambahan
OPERATOR KETERANGAN
+ + operator penambahan
- - operator pengurangan
Operator penambahan digunakan untuk menambahkan nilai variabel sebesar satu,sedangkan operator pengurangan dipakai unuk mengurangkan nilai variabel sebesar satu.penempatan operator terhadap variabel dapat dilakukan dimuka atau dibelakangnya. sebagai berikut:
x = x + 1;
y = y – 1;
bisa ditulis menjadi:
++x;
--y;
Atau
x++;
y--;
pada contoh di atas penempatan operator penambahan atau pengurangan didepan atau dibelakang variabel tidak ada bedanya.namun sesungguhnya perbedaannya ada,hanya saja pada contoh ini tidak tampak.
C. Operator relasi
OPERATOR KETERANGAN
== Sama dengan(bukan penugasan)
!= Tidak sama dengan
> Lebih dari
< kurang dari
>= Lebih dari atau sama dengan
<= kurang dari atau sama dengan
Contoh ungkapan kondisi yang menggunakan operator relasi:
x== y
hasil ungkapan ini bernilai:
1 kalau ada nilai x sama dengan nilai y
0 kalau ada nilai x tidak sama dengan nilai y
D. Operator Penungasan
Operator penugasan – yang berupa simbol sama dengan(=) berguna untuk memberikan suatu nilai ke suatu nilai ke suatu variabel.operator ini yang dapat dikenakan sebagai ungkapan ataupun berdiri sebagai pernyataan .
Dalam bahasa C/C++, ada 11 operator penugasan, yaitu:
=, +=, -=, *=, /=, %=, >>=, <<=, &=, ^=, =
Operator Operation Performed
= Penugasan sederhana
*= Penugasan perkalian
/= Penugasan perkalian
%= Penugasan sisa pembagian
+= Penugasan penambahan
-= Penugasan pengurangan
<<= Penugasan pergeseran ke kiri
>>= Penugasan pergeseran ke kanan
&= Penugasan Bitwise-AND
= Penugasan Bitwise-inclusive-OR
^= Penugasan Bitwise-exclusive-OR
+ + operator penambahan
- - operator pengurangan
Operator penambahan digunakan untuk menambahkan nilai variabel sebesar satu,sedangkan operator pengurangan dipakai unuk mengurangkan nilai variabel sebesar satu.penempatan operator terhadap variabel dapat dilakukan dimuka atau dibelakangnya. sebagai berikut:
x = x + 1;
y = y – 1;
bisa ditulis menjadi:
++x;
--y;
Atau
x++;
y--;
pada contoh di atas penempatan operator penambahan atau pengurangan didepan atau dibelakang variabel tidak ada bedanya.namun sesungguhnya perbedaannya ada,hanya saja pada contoh ini tidak tampak.
C. Operator relasi
OPERATOR KETERANGAN
== Sama dengan(bukan penugasan)
!= Tidak sama dengan
> Lebih dari
< kurang dari
>= Lebih dari atau sama dengan
<= kurang dari atau sama dengan
Contoh ungkapan kondisi yang menggunakan operator relasi:
x== y
hasil ungkapan ini bernilai:
1 kalau ada nilai x sama dengan nilai y
0 kalau ada nilai x tidak sama dengan nilai y
D. Operator Penungasan
Operator penugasan – yang berupa simbol sama dengan(=) berguna untuk memberikan suatu nilai ke suatu nilai ke suatu variabel.operator ini yang dapat dikenakan sebagai ungkapan ataupun berdiri sebagai pernyataan .
Dalam bahasa C/C++, ada 11 operator penugasan, yaitu:
=, +=, -=, *=, /=, %=, >>=, <<=, &=, ^=, =
Operator Operation Performed
= Penugasan sederhana
*= Penugasan perkalian
/= Penugasan perkalian
%= Penugasan sisa pembagian
+= Penugasan penambahan
-= Penugasan pengurangan
<<= Penugasan pergeseran ke kiri
>>= Penugasan pergeseran ke kanan
&= Penugasan Bitwise-AND
= Penugasan Bitwise-inclusive-OR
^= Penugasan Bitwise-exclusive-OR
Contoh :
A = 25; //artinya A diberi nilai 25 desimal.
C = sin(B); //artinya C diberi nilai fungsi sin
//yang membawa parameter B
C *= 3; //artinya C diberi nilai C sebelumnya dikali 3 (ekivalen dengan C=C*3)
C += 14; //artinya C diberi nilai C sebelumnya ditambah 14 (ekivalen dengan C=C+14)
E. Operator Logika
Operator logika biasa digunakan untuk menghubungkan dua buah ungkapan kondisi menjadi sebuah ungkapan kondisi.dalam bahasa C/C++, operator logika digunakan untuk membandingkan logika hasil dari operator-operator hubungan.
C = sin(B); //artinya C diberi nilai fungsi sin
//yang membawa parameter B
C *= 3; //artinya C diberi nilai C sebelumnya dikali 3 (ekivalen dengan C=C*3)
C += 14; //artinya C diberi nilai C sebelumnya ditambah 14 (ekivalen dengan C=C+14)
E. Operator Logika
Operator logika biasa digunakan untuk menghubungkan dua buah ungkapan kondisi menjadi sebuah ungkapan kondisi.dalam bahasa C/C++, operator logika digunakan untuk membandingkan logika hasil dari operator-operator hubungan.
Operator logika ada tiga macam, yaitu :
&& : Logika AND (DAN)
: Logika OR (ATAU)
! : Logika NOT (INGKARAN)
Contoh:
if( (A>B) && (A<19) )
{
// A lebih dari B dan A kurang dari 19}
if( (A>B) !(A<19) )
{
// A lebih dari B atau A tidak kurang dari 19}
Contoh
Nama
Hasil
$a and $b
And
Benar jika $a dan $b benar
$a or $b
Or
Benar jika $a atau $b benar
$a xor $b
Xor
Benar jika salah satu $a atau $b benar, tidak keduanya
! $a
Not True
Lawan dari $a
$a && $b
And
Benar jika keduanya $a dan $b benar
$a $b
Or
Benar jika salah satu $a atau $b benar
&& : Logika AND (DAN)
: Logika OR (ATAU)
! : Logika NOT (INGKARAN)
Contoh:
if( (A>B) && (A<19) )
{
// A lebih dari B dan A kurang dari 19}
if( (A>B) !(A<19) )
{
// A lebih dari B atau A tidak kurang dari 19}
Contoh
Nama
Hasil
$a and $b
And
Benar jika $a dan $b benar
$a or $b
Or
Benar jika $a atau $b benar
$a xor $b
Xor
Benar jika salah satu $a atau $b benar, tidak keduanya
! $a
Not True
Lawan dari $a
$a && $b
And
Benar jika keduanya $a dan $b benar
$a $b
Or
Benar jika salah satu $a atau $b benar







